Pandangan Kukuh Tw Terkait Ico Cryptocurrency
Pandangan Kukuh TW terkait ICO Cryptocurrency atau digital asset yang makin hari makin ramai di tengah-tengah Finansial Technologi, Baiklah teman-teman blog tentangwebsites.blogspot.com, kalian tentu sudah tahu Teknis ICO dalam uang digital atau Cryptocurrency kini tidak mengecewakan ramai, hampir setiap harinya ada ICO, ICO (initial coin offering) ialah sebuah teknik pemasaran saham Coin digital atau cryptocurrency sebelum di luncurkan ke daftar market coin. ICO akan mengajak para investor untuk bergabung dalam ICO dengan ikut serta memberi dana atau menginvstasikan uangnya dan nantinya akan mendapat sebuah token dengan harga yang lebih murah.
Biasa ada 3 tahap dalam ICO, yaitu harga pertama ialah harga yang paling murah, harga kedua akan sedikit naik, dan harga ketiga juga naik sedikit, dan kemudian gres rilis ke market, kalau harga coin sehabis rilis di market naik secara signifikan maka para investor sanggup jadi milyader dadakan, namun kalau ternyata harga coin turun drastis sehabis rilis di market para investor sanggup jadi gulung tikar mendadak. jadi perlu pedoman yang ektra sebelum terjun dalam investasi ini, sebab harga crypto currency fluktuativ jadi meiliki resiko yang tidak mengecewakan tinggi.
Nah pada kesempatan ini saya menemukan artikel dari mas Kukuh TW mengenai ICO, yang lebih menyinggung pada ICO TEN Token Tokenomy, yaitu Coin asal Indonesia yang digawangi CEO Bitcoin.co.id yang hari ini masih masa-masa rilis, kalian sanggup bisa daftar untuk mendapat TEN Tokenbomy ini.tulisan ini saya simpan di sini sebab saya merasa goresan pena ini sangat bermanfaat yang memberi citra menyerupai apa itu ICO sehingganya kita sebagai bitcoiers sanggup menambah wawasan mengenai hal tersebut. dan oke berikut di antara pendapat dia mengenai ICO TEN TOKENOMY:
Sebelum membaca lebih jauh perlu dicatat terlebih dahulu bahwa goresan pena ini bukanlah paid review, job review ataupun advertorial. Tulisan mengenai Tokenomy ini ialah wacana startup Indonesia yang melaksanakan fund raising melalui prosedur ICO (initial coin offering). Berhubung ICO ialah suatu hal gres dan masyrakat pada umumnya tidak memahami apa itu ICO, bisnis apa yang sanggup di -ICO-kan, bagamana peraturannya, maka goresan pena pada blog ini berusaha menjelaskan wacana Tokenomy sebagai startup blockchain dari Indonesia yang mencari pendanaan melalui prosedur ICO.
Bila pada IPO (initial public offering) perusahaan menerbitkan saham perdana yang dijual kepada masyarakat umum, maka perusahaan yang melaksanakan ICO menerbitkan Token untuk dijual kepada masyarakat. Bila IPO diatur dengan ketat oleh peraturan/hukum oleh regulasi, maka ICO tidak diatur oleh tubuh ataupun regulasi. Bagaimana mungkin orang sanggup percaya dengan perusahaan yang meminta pendanaan melalui public tanpa ada tubuh yang mengawasi ?. Entahlah saya bergotong-royong juga tidak tahu, bila kita lihat diwebsite https://www.icoalert.com/ dan http://icocountdown.com/ , hampir setiap hari ada 2–3 startup yang melaksanakan ICO, beberapa sukses besar menghimpun dana, beberapa tidak berhasil. Catatan rekor ROI (return on investment) dari Token (dari 1000 persen hingga 400,000 persen) yang dibeli oleh investor sanggup dilihat disini https://icostats.com/roi-since-ico . Rekor perolehan funding tertinggi selama tahun 2017 sanggup dibaca disini http://uk.businessinsider.com/the-10-biggest-ico-fundraises-of-2017-2017-12/?IR=T
Bagaimana Token tersebut sanggup memperlihatkan return hingga dengan 400,000 persen ? Tidak semua startup tersebut sudah mengeluarkan produk yang benar-benar fit siap dipakai untuk umum, beberapa masih berupa konsep, prototype, MVP (minimum viable project) ataupun sudah dipakai tapi masih dengan fitur minim. Tentu sangat mengherankan bagi banyak orang bila ada sekelompok investor/orang yang berani membeli sejumlah token tanpa menuntut kepada perusahaan/startup tersebut bahwa dikemudian hari perusahaan/startup tersebut harus menepati janjinya menciptakan produk/jasa yang telah direncanakan/ tertuang pada white paper.
Jawaban yang mungkin tepat, ialah sebab para investor tersebut percaya bahwa teknologi blockchain yang diusung oleh startup tersebut sanggup memperlihatkan solusi bisnis dengan lebih simpel dan irit biaya. Teknologi desentralise database, cryptografi, distributed ledger, cryptocurrency/digital asset yang ditawarkan akan memperlihatkan kinerja bisnis yang sanggup diandalkan. Hal apa yang mengakibatkan harga suatu token sanggup menguat atau melemah di masa depan ? Sama dengan harga saham konvensional, menguat atau melemahnya tergantung pada kinerja perusahaan tersebut. Pada startup dengan ICO, harga token menguat atau melemah tergantung pada diharapkan atau tidak diharapkan token tersebut di masa depan nanti.
Apakah perbedaan Token dengan Currency ?. Ketika kita membicarakan token pada konteks pembahasan blockchain, Token yang dimaksud bergotong-royong sanggup diartikan juga sebagai currency (mata uang), sebab sama-sama bersifat sebagai media/alat pembayaran. Apa bedanya fiat currency (mata uang konvensional) dengan mata uang crypto currency ini ?. Pada mata uang konvensional / fiat currency, setiap 1 rupiah/dollar/euro/pondsterling/yen dan sebagainya (satuan mata uang) dibackup/peg/lindungi oleh asset real. Pemerintah / negara tidak sanggup mencetak uang sebanyak-banyaknya tanpa dilindungi/proteksi oleh asset real menyerupai emas sebab hal tersebut akan mengakibatkan mata uang tersebut mengalami inflasi / penurunan value/nilai. Pada mata uang crypto currency, suatu token diterbitkan mengikuti suatu algoritma menyerupai POW (proof of works), POS (proof of stake) dan POA(proof of authority).
POW ialah suatu cara bagaimana suatu penciptaan block/transaksi/terbitnya cryptocurrency/coin/token sanggup diakui melalui metode algoritma mining, yaitu `menebak` hasil suatu hashing secara random. Contohnya pada bitcoin, suatu block diciptakan setiap 10 menit sekali. Setiap 2,016 block tercipta dalam 14 hari. Setiap 1 block terdapat 12.5 BTC. Ada level difficulty yang diadjust/sesuaikan setiap tercipa 2,016 block. Dengan prosedur POW (proof of work) yang dilakukan oleh Bitcoin ternyata memerlukan sumber daya listrik/ computing yang sangat besar. Sehingga kemungkinan metode POW akan mengalami perubahan kecara yang lebih efisien. POS (proof of stake) ialah cara mensahkan transaksi/penerbitan token gres melalui distrbuted consensus (kesepakatan bersama antara pemilik/penerbit token yang ditunjuk). Sekelompok pemegang saham ditunjuk bergantian untuk mensahkan suatu transaksi/penerbitan token baru. Bagaimana bila salah satu pemegang saham melaksanakan kecurangan ?
Apabila ada suatu transaksi yang bersifat fraud dan tidak diakui oleh pemegang saham lain, maka validator/orang yang melaksanakan pengukuhan transaksi tersebut akan dihukum/punishment berupa pengurangan saham/stake. POA(proof of authority) hampir sama menyerupai POS (proof of stake), dengan perbedaan , Validator dilakukan oleh pemegang saham tertinggi. Pemegang saham tertinggi mempunyai authoritas/wewenang khusus untuk melaksanakan validasi transaksi. Untuk mendapat authoritas / wewenng tertinggi, Identitas authority harus terverifikasi pada semua nodes dengan kemungkinan tersedianya kesempatan cross-check secara public.
Kembali ke pembahasan Tokenomy, Apakah Tokenomy ? Seperti yang dijelaskan pada whitepaper di https://www.tokenomy.com/whitepaper/TOKENOMY_en.pdf , Tokenomi ialah Solusi untuk pemilik bisnis / pengusaha kecil/menengah untuk memecahkan persoalan pembuatan Token. Token yang diharapkan oleh pemilik perjuangan sanggup dipakai sebagai penggalangan dana dan sanggup berfungsi juga sebaga loyalti point. Tokenomy sendiri menerbitkan coin yang dinamakan TEN. Dengan membeli sejumlah TEN, pemilik perjuangan / pengusaha sanggup dibantu menerbitkan token sendiri dengan jumlah tertentu, fungsi tertentu sesuai impian pemilik perjuangan tersebut. Token yang diterbitkan oleh pemilik perjuangan tersebut, nantinya sanggup diperdagangkan pada bursa tokenomy exchange.
Sebagai contoh, apabila saya pemilik perjuangan iklan digital banner pay per click menerbitkan token dengan nama MYTOKEN, saya sanggup membayar publisher dengan MYTOKEN, meminta advertiser/pemasang iklan membayar dengan MYTOKEN, menerbitkan loyalti point untuk advertiser/pemasang iklan dengan MYTOKEN. MYTOKEN yang nantinya dimiliki oleh publisher, advertiser sanggup ditukar dengan token lain dari perjuangan lain pada Bursa Exchange Tokenomy. Apabila saya membutuhkan dana untuk pengembangan perjuangan saya, saya juga sanggup meminta tunjangan Tokenomy untuk menerbitkan sejumlah MYTOKEN dengan sasaran pengumpulan dana contohnya sebanyak 10 juta rupiah. 10 juta rupiah tersebut dikonversi dengan penerbitan sebanyak 10,000 MYTOKEN. Dari 10,000 TOKEN yang dibeli oleh investor ini, nantinya dapati ditukar/reward dengan discount pembelian digital ads, atau diperjual-belikan kembali oleh investor di bursa exchange Tokenomy.
Bagaimana dengan peraturan aturan di Indonesia wacana ICO ini ? Pada white paper , tertulis persoalan Legal ialah 1 dari 6 persoalan yang dihadapi oleh tokenomy. Masalah lainnya ialah teknologi, security, marketing, terdaftar di bursa cryptocurrency, likuiditas.
Peraturan di banyak negara wacana penjualan Token ICO memang masih belum jelas, beberapa negara melarang dan beberapa negara masih menunggu. Apa gerangan yang mengakibatkan ICO tidak boleh ?. Alasan Cina dan korea melarang ICO sanggup dibaca Pengertian wacana IPO, ICO, IBO
Biasa ada 3 tahap dalam ICO, yaitu harga pertama ialah harga yang paling murah, harga kedua akan sedikit naik, dan harga ketiga juga naik sedikit, dan kemudian gres rilis ke market, kalau harga coin sehabis rilis di market naik secara signifikan maka para investor sanggup jadi milyader dadakan, namun kalau ternyata harga coin turun drastis sehabis rilis di market para investor sanggup jadi gulung tikar mendadak. jadi perlu pedoman yang ektra sebelum terjun dalam investasi ini, sebab harga crypto currency fluktuativ jadi meiliki resiko yang tidak mengecewakan tinggi.
Nah pada kesempatan ini saya menemukan artikel dari mas Kukuh TW mengenai ICO, yang lebih menyinggung pada ICO TEN Token Tokenomy, yaitu Coin asal Indonesia yang digawangi CEO Bitcoin.co.id yang hari ini masih masa-masa rilis, kalian sanggup bisa daftar untuk mendapat TEN Tokenbomy ini.tulisan ini saya simpan di sini sebab saya merasa goresan pena ini sangat bermanfaat yang memberi citra menyerupai apa itu ICO sehingganya kita sebagai bitcoiers sanggup menambah wawasan mengenai hal tersebut. dan oke berikut di antara pendapat dia mengenai ICO TEN TOKENOMY:
Sebelum membaca lebih jauh perlu dicatat terlebih dahulu bahwa goresan pena ini bukanlah paid review, job review ataupun advertorial. Tulisan mengenai Tokenomy ini ialah wacana startup Indonesia yang melaksanakan fund raising melalui prosedur ICO (initial coin offering). Berhubung ICO ialah suatu hal gres dan masyrakat pada umumnya tidak memahami apa itu ICO, bisnis apa yang sanggup di -ICO-kan, bagamana peraturannya, maka goresan pena pada blog ini berusaha menjelaskan wacana Tokenomy sebagai startup blockchain dari Indonesia yang mencari pendanaan melalui prosedur ICO.
Bila pada IPO (initial public offering) perusahaan menerbitkan saham perdana yang dijual kepada masyarakat umum, maka perusahaan yang melaksanakan ICO menerbitkan Token untuk dijual kepada masyarakat. Bila IPO diatur dengan ketat oleh peraturan/hukum oleh regulasi, maka ICO tidak diatur oleh tubuh ataupun regulasi. Bagaimana mungkin orang sanggup percaya dengan perusahaan yang meminta pendanaan melalui public tanpa ada tubuh yang mengawasi ?. Entahlah saya bergotong-royong juga tidak tahu, bila kita lihat diwebsite https://www.icoalert.com/ dan http://icocountdown.com/ , hampir setiap hari ada 2–3 startup yang melaksanakan ICO, beberapa sukses besar menghimpun dana, beberapa tidak berhasil. Catatan rekor ROI (return on investment) dari Token (dari 1000 persen hingga 400,000 persen) yang dibeli oleh investor sanggup dilihat disini https://icostats.com/roi-since-ico . Rekor perolehan funding tertinggi selama tahun 2017 sanggup dibaca disini http://uk.businessinsider.com/the-10-biggest-ico-fundraises-of-2017-2017-12/?IR=T
Bagaimana Token tersebut sanggup memperlihatkan return hingga dengan 400,000 persen ? Tidak semua startup tersebut sudah mengeluarkan produk yang benar-benar fit siap dipakai untuk umum, beberapa masih berupa konsep, prototype, MVP (minimum viable project) ataupun sudah dipakai tapi masih dengan fitur minim. Tentu sangat mengherankan bagi banyak orang bila ada sekelompok investor/orang yang berani membeli sejumlah token tanpa menuntut kepada perusahaan/startup tersebut bahwa dikemudian hari perusahaan/startup tersebut harus menepati janjinya menciptakan produk/jasa yang telah direncanakan/ tertuang pada white paper.
Jawaban yang mungkin tepat, ialah sebab para investor tersebut percaya bahwa teknologi blockchain yang diusung oleh startup tersebut sanggup memperlihatkan solusi bisnis dengan lebih simpel dan irit biaya. Teknologi desentralise database, cryptografi, distributed ledger, cryptocurrency/digital asset yang ditawarkan akan memperlihatkan kinerja bisnis yang sanggup diandalkan. Hal apa yang mengakibatkan harga suatu token sanggup menguat atau melemah di masa depan ? Sama dengan harga saham konvensional, menguat atau melemahnya tergantung pada kinerja perusahaan tersebut. Pada startup dengan ICO, harga token menguat atau melemah tergantung pada diharapkan atau tidak diharapkan token tersebut di masa depan nanti.
Apakah perbedaan Token dengan Currency ?. Ketika kita membicarakan token pada konteks pembahasan blockchain, Token yang dimaksud bergotong-royong sanggup diartikan juga sebagai currency (mata uang), sebab sama-sama bersifat sebagai media/alat pembayaran. Apa bedanya fiat currency (mata uang konvensional) dengan mata uang crypto currency ini ?. Pada mata uang konvensional / fiat currency, setiap 1 rupiah/dollar/euro/pondsterling/yen dan sebagainya (satuan mata uang) dibackup/peg/lindungi oleh asset real. Pemerintah / negara tidak sanggup mencetak uang sebanyak-banyaknya tanpa dilindungi/proteksi oleh asset real menyerupai emas sebab hal tersebut akan mengakibatkan mata uang tersebut mengalami inflasi / penurunan value/nilai. Pada mata uang crypto currency, suatu token diterbitkan mengikuti suatu algoritma menyerupai POW (proof of works), POS (proof of stake) dan POA(proof of authority).
POW ialah suatu cara bagaimana suatu penciptaan block/transaksi/terbitnya cryptocurrency/coin/token sanggup diakui melalui metode algoritma mining, yaitu `menebak` hasil suatu hashing secara random. Contohnya pada bitcoin, suatu block diciptakan setiap 10 menit sekali. Setiap 2,016 block tercipta dalam 14 hari. Setiap 1 block terdapat 12.5 BTC. Ada level difficulty yang diadjust/sesuaikan setiap tercipa 2,016 block. Dengan prosedur POW (proof of work) yang dilakukan oleh Bitcoin ternyata memerlukan sumber daya listrik/ computing yang sangat besar. Sehingga kemungkinan metode POW akan mengalami perubahan kecara yang lebih efisien. POS (proof of stake) ialah cara mensahkan transaksi/penerbitan token gres melalui distrbuted consensus (kesepakatan bersama antara pemilik/penerbit token yang ditunjuk). Sekelompok pemegang saham ditunjuk bergantian untuk mensahkan suatu transaksi/penerbitan token baru. Bagaimana bila salah satu pemegang saham melaksanakan kecurangan ?
Apabila ada suatu transaksi yang bersifat fraud dan tidak diakui oleh pemegang saham lain, maka validator/orang yang melaksanakan pengukuhan transaksi tersebut akan dihukum/punishment berupa pengurangan saham/stake. POA(proof of authority) hampir sama menyerupai POS (proof of stake), dengan perbedaan , Validator dilakukan oleh pemegang saham tertinggi. Pemegang saham tertinggi mempunyai authoritas/wewenang khusus untuk melaksanakan validasi transaksi. Untuk mendapat authoritas / wewenng tertinggi, Identitas authority harus terverifikasi pada semua nodes dengan kemungkinan tersedianya kesempatan cross-check secara public.
Kembali ke pembahasan Tokenomy, Apakah Tokenomy ? Seperti yang dijelaskan pada whitepaper di https://www.tokenomy.com/whitepaper/TOKENOMY_en.pdf , Tokenomi ialah Solusi untuk pemilik bisnis / pengusaha kecil/menengah untuk memecahkan persoalan pembuatan Token. Token yang diharapkan oleh pemilik perjuangan sanggup dipakai sebagai penggalangan dana dan sanggup berfungsi juga sebaga loyalti point. Tokenomy sendiri menerbitkan coin yang dinamakan TEN. Dengan membeli sejumlah TEN, pemilik perjuangan / pengusaha sanggup dibantu menerbitkan token sendiri dengan jumlah tertentu, fungsi tertentu sesuai impian pemilik perjuangan tersebut. Token yang diterbitkan oleh pemilik perjuangan tersebut, nantinya sanggup diperdagangkan pada bursa tokenomy exchange.
Sebagai contoh, apabila saya pemilik perjuangan iklan digital banner pay per click menerbitkan token dengan nama MYTOKEN, saya sanggup membayar publisher dengan MYTOKEN, meminta advertiser/pemasang iklan membayar dengan MYTOKEN, menerbitkan loyalti point untuk advertiser/pemasang iklan dengan MYTOKEN. MYTOKEN yang nantinya dimiliki oleh publisher, advertiser sanggup ditukar dengan token lain dari perjuangan lain pada Bursa Exchange Tokenomy. Apabila saya membutuhkan dana untuk pengembangan perjuangan saya, saya juga sanggup meminta tunjangan Tokenomy untuk menerbitkan sejumlah MYTOKEN dengan sasaran pengumpulan dana contohnya sebanyak 10 juta rupiah. 10 juta rupiah tersebut dikonversi dengan penerbitan sebanyak 10,000 MYTOKEN. Dari 10,000 TOKEN yang dibeli oleh investor ini, nantinya dapati ditukar/reward dengan discount pembelian digital ads, atau diperjual-belikan kembali oleh investor di bursa exchange Tokenomy.
Bagaimana dengan peraturan aturan di Indonesia wacana ICO ini ? Pada white paper , tertulis persoalan Legal ialah 1 dari 6 persoalan yang dihadapi oleh tokenomy. Masalah lainnya ialah teknologi, security, marketing, terdaftar di bursa cryptocurrency, likuiditas.
Peraturan di banyak negara wacana penjualan Token ICO memang masih belum jelas, beberapa negara melarang dan beberapa negara masih menunggu. Apa gerangan yang mengakibatkan ICO tidak boleh ?. Alasan Cina dan korea melarang ICO sanggup dibaca Pengertian wacana IPO, ICO, IBO

0 Response to "Pandangan Kukuh Tw Terkait Ico Cryptocurrency"
Post a Comment